Tampilkan postingan dengan label publikasi & dokumentasi. Tampilkan semua postingan

Ketika Ein-Nouza Jadi Panitia SPA


Pada Februari 2016, Ein-Nouza dapat amanah baru nih, yaitu menjadi panitia SPA (Seleksi Permusyawaratan Anggota). Agenda besar KPMJB ini merupakan acara rutin dimana para pengurus DP dan MPA mempertanggungjawabkan amanah yang sudah mereka emban selama setahun masa jabatan.

Dalam mempersiapkan rangkaian acara SPA ini, dipilihlah beberapa anggota Ein-Nouza untuk menjadi panitia. Mereka adalah:
Ketua
1. Mahmud Abdullah
2. Vivi Nofiyantika

Sekretaris:
1. Fathul Wadi
2. Aisyah Nur R

Bendahara:
1. Ahmad Haikal R
2. Maulida Ulfah

Divisi Acara:
1. Moch. Roda Rizky A
2. Salman Ghois
3. Ahmad Zakki M
4. Choirotin Nurlatifah
5. Nida Al Rahman
6. Nisaul Ulfah

Divisi Pubdok:
1. Azzam Al Kautsar
2. Rd Dzikri Alwi R
3. M Irfan Hielmi
4. Cici Purwati

Divisi Humas:
1. Rd A Nur Rai
2. Saptanadi Yudhistira
3. Avicena Muhib Z
4. Cecep Muhammad R

Divisi Dekorasi:
1. Zaenuddin Rusyandi
2. Azmi Abd Aziz
3. Ulfa Ruhama
4. Fauziah Farhan Y

Divisi Logistik:
1. Lembayung Purwoning J
2. M Hisyam Al Fatih
3. Mufarridun
4. Anwarul Huda

Divisi Konsumsi:
1. Salim Abd Aziz
2. Abdurrahman Al Anshory
3.Hilmy Yahya
4. Qurrotul Aini
5. Siti Rahmawati

Mohon doa dan dukungannya, supaya rangkaian agenda yang teman-teman panitia jalankan bisa berjalan lancar dan memberikan hasil yang terbaik untuk KPMJB di masa mendatang.

SPA KPMJB 2016: "Titik Balik Menuju KPMJB yang Lebih Baik"


Logo SPA 2016


Div. Dekorasi dan Logistik sedang berunding
Diskusi serius para formatur

Div. Konsumsi dan para teteh dari MPA

Mengenal Mas Yunus: Quraish Syihab edisi Akidah-Filsafat

Nama lengkapnya Mohammad Yunus Masrukhin, biasa disapa Mas Yunus. Yang sudah akrab bahkan kadang menyebutnya Pakdhe Yunus.
Beliau berasal dari Pati Jawa Tengah, dan dikenal sebagai Wakil Katib Syuriah Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir, juga salah satu senior di kelompok kajian ilmiah masisir Al-Mizan Study Club.

Dibalik kesederhanaan sikap dan penampilannya, ternyata beliau menyimpan segudang prestasi yang luar biasa. Apa sajakah itu? Berikut yang saya (penulis) tahu, dari berbagai sumber.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Selasa (29/12) beliau berhasil meraih gelar doktor dalam Bidang Akidah dan Filsafat dari Universitas Al-Azhar dengan predikat summa cum laude (Mumtâz ma'a Martabat al-Syaraf al-Ûlâ), yang mana merupakan predikat tertinggi bagi kelulusan seorang mahasiswa.

Oh ya, perlu kalian tahu, gelar Cum Laude hanya akan diberikan kepada mahasiswa yang lulus tepat waktu. Dan ternyata memang beliau tidak pernah mengalami rasib selama studinya.

Saat menempuh S2, tesis Mas Yunus yang berjudul "Al-Wujud wa Al-Zaman fi Al-Khithab Al-Shufi 'Inda Ibn Arabi" (Eksistensi dan Waktu dalam Diskursus Sufistik Perspekstif Ibn Arabi) dilirik oleh salah satu penerbit Timur Tengah yang akhirnya menerbitkan tesis tersebut tahun lalu. Buku yang kini bisa kita dapatkan di Maktabah Madbuli tersebut merupakan karya tulis mahasiswa Indonesia pertama yang diterbitkan di Mesir.

Selain buku yang diterbitkan di Mesir, ada juga karya beliau yang sudah diterbitkan di Indonesia, antara lain sebuah buku berjudul Biografi Ibnu Arabi: Perjalanan Spiritual Mencari Tuhan Bersama Para Sufi, diterbitkan oleh Keira Publishing pada Februari tahun lalu.

Subhânallâh...
Apa rahasianya, hingga beliau bisa meraih capaian yang begitu banyak dan membanggakan?

Mas Yunus dikenal sebagai orang yang sangat banyak membaca buku. Dapat dikatakan, waktunya habis digunakan untuk membaca. Buku jenis apapun: kitab turots, pemikiran kontemporer, radikal, liberal, berbahasa Arab maupun Inggris, habis dibacanya.

Seorang kawannya mengatakan, sejak awal kuliah, Mas Yunus memang punya semangat belajar dan ambisi keilmuan yang luar biasa. Beliau menargetkan dirinya sendiri untuk membaca selama 15 jam per hari. Untuk bisa mencapainya, beliau rela tidur hanya 4 jam. Dan hal itu beliau jalankan bertahun-tahun dengan penuh disiplin.

Dengan waktu membaca sebanyak itu, ditambah semangat dan kedisiplinan yang tinggi, tak heran beliau dapat mencapai prestasi yang demikian hebat. Tak berlebihan rasanya jika beliau disandingkan dengan Pak Quraish Syihab. Sama-sama orang Indonesia lulusan Azhar yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Bedanya, Pak Quraisy dalam Tafsir, sedangkan beliau dalam bidang Akidah-Filsafat.

Bagaimana, tertarik jadi penerus Mas Yunus dan Pak Quraisy?
Bacalah buku sebanyak-banyaknya. Jangan cuma muqarrar kuliah ya...

Simak juga kiat membaca seperti beliau di sini.

--
Red: CN

EIN-Nouza MENJAMI: Kumpul Silaturahmi Pertama Antar Anggota

EIN-NOUZA... adalah sebuah komunitas yang menghimpun para masisir baru asal Jawa Barat kedatangan tahun 2015... ia juga merupakan sebuah identitas akan pencarian agung dalam sebaris nama selaksa doa:
"Extraordinary Islamic Azharian
عاجبة الازهريين في ندوة الامة بالذكاء والهداية"

##
Demikian kronologi EIN yang dibacakan oleh MC (Nur Rai) mengawali acara kita sore itu, setelah sebelumnya didahului oleh tilawah Qur'an (Al Anshori) serta sambutan-sambutan dari Ketua panitia (Fathul W), Ketua EIN (Mahmud A) dan ketua HAZIFNA (Afkar F).

Meskipun beberapa kali rencana gagal dan diundur, namun akhirnya agenda kumpul silaturahmi kita yang diberi nama EIN-Nouza MENJAMI (Menjalin Silaturahmi) berhasil diselenggarakan pada hari Jumat 25 Desember di aula Pasangrahan KPMJB. Agenda besar EIN-Nouza yang pertama tersebut berisi nonton bareng, makan-makan, perkenalan Dewan Pengurus (DP) dan tidak ketinggalan selingan berupa hiburan dan doorprize.

Adapun tujuan diadakannya agenda tersebut adalah untuk mempererat silaturahmi antar anggota Ein-Nouza, yang mana kita belum pernah berkumpul akrab lagi setelah ormaba yang lalu. Juga untuk memperkenalkan mereka yang menjadi DP beserta program kerjanya, sehingga diharapkan anggota EIN bisa lebih dekat dengan para pengurus dan "memanfaatkan" mereka sesuai tugas mereka masing-masing.

Sesuai dengan momen akhir tahun dan Maulid Nabi yang sekaligus berdekatan dengan hari Natal, maka dipilihlah film "?" besutan Hanung Bramantyo keluaran tahun 2011. Harapannya, meskipun sering dianggap kontroversial, film tersebut dapat membuka mata kita tentang kenyataan yang akan kita hadapi di masyarakat nanti. Tentang isu dan konflik keagamaan yang demikian sensitif, terutama di Indonesia.

Acara berjalan meriah karena diselingi hiburan EIN band (Roda R, Azmi A), doorprize, dan juga lelucon-lelucon pencair suasana. Terlebih ketika slide-show yang berisi data seluruh anggota EIN-Nouza beserta foto ditayangkan satu persatu. Seluruh hadirin riuh rendah mendapati foto mereka masing-masing terpampang di layar.

Acara ditutup dengan beberapa pengumuman oleh Divisi Kaderisasi KPMJB (kak Rizki) tentang rihlah ke Sinai, dan tak lupa foto bersama.

##
Jika Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat di Mesir seumpama sebuah galeri, maka EIN-NOUZA adalah sebingkai lukisan yang terpajang di dalamnya. Adapun kita semua tidak lain adalah kuas, yang mana setiap dari kita membawa warna dan corak yang berbeda.

Sebuah lukisan menjadi sempurna karena penggabungan warnanya yang bermacam-macam. Begitu pula kita, EIN-NOUZA yang akan semakin kokoh dalam persatuan dan harmonisasi perbedaan.

Semoga, dengan persatuan yang dimulai dari kebersamaan kali ini, kita dapat terus maju melangkah dan menggores warna bersama-sama. Hingga akhirnya meninggalkan jejak lukisan yang luar biasa, yaitu lukisan Islam dari sudut pandang Manhaj Wasathiyah yang Rahmatan Lil Alamin.

--
Red: CN




















































luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com