Perkenalan HIWAR KPMJB

Perkenalan HIWAR KPMJB

Sejumlah anggota EIN-Nouza menghadiri acara perkenalan kelompok diskusi HIWAR di aula Pasangrahan Jawa Barat yang diadakan oleh divisi Pendidikan dan Pengembangan Keilmuan EIN-Nouza pada hari Sabtu (21/11). Mereka duduk membentuk setengah lingkaran sambil menyimak paparan dari al-Ustadz Muhammad Nuruddin, koordinator HIWAR sekaligus pembicara siang itu. Hadir juga dalam acara tersebut al-Ustadz Muhammad Ikmal al-Hudawiy, salah satu senior HIWAR, yang membagikan sedikit pengalamannya berkecimpung di satu-satunya kelompok kajian di KPMJB tersebut.

Dalam uraiannya, al-Ustadz Nuruddin memaparkan tentang pentingnya memiliki kemampuan membaca, menulis dan berbicara bagi mahasiswa, terutama masisir. Beliau mengibaratkan Mesir sebagai sumur yang melimpah airnya, tetapi tidak ada timbanya. Sumber ilmu sangat banyak, baik dari majelis talaqqi maupun kitab-kitab di perpustakaan, namun tidak diajarkan bagaimana cara mengolah ilmu-ilmu yang didapat tersebut menjadi sebuah tulisan, atau beretorika yang baik. Padahal ilmu hanya akan bermanfaat bagi orang lain jika ditulis atau didiskusikan.

Adapun al-ustadz Ikmal membagikan sedikit pengalamannya berkecimpung di kajian ilmiah, yang mana menurut beliau melalui kegiatan-kegiatan ilmiah inilah beliau merasakan bagaimana menjadi mahasiswa yang sebenarnya.

Maka dari itu, dengan diadakannya acara pengenalan HIWAR di kalangan mahasiswa baru KPMJB ini diharapkan dapat menambah informasi bagi anggota serta menyediakan wadah bagi mereka yang mempunyai minat keilmuan yang tinggi untuk bergabung dalam kelompok diskusi tersebut. Dengan harapan, melalui kelompok diskusi HIWAR ini akan lahir para calon ulama yang cerdas, kritis, berwawasan luas, dan ahli dalam menyampaikan pendapatnya, baik melalui diskusi maupun tulisan.

#bersama HIWAR, mantapkan wawasan, rajut kebersamaan.



















4 komentar:

Muslimah dalam Ranah Dakwah

23.59 0 Comments

Muslimah dalam Ranah Dakwah

Oleh : Usth. Tsani Lizia, S.Hum
Penulis buku “Lentera Surga”

                How are you guys? You should answer and say... “I’am excellent, cheerful, awesome!” Karena tanggapan yang baik akan selalu dapat respon yang baik dari Alam.
                Ustadzah lulusan Gontor  ini menjelaskan bagaimana seorang wanita berkecimpung dalam ranah dakwah, beliau juga seorang Da’iyah di salah satu chanel TV di Indonesia, yaitu ANTV. Berbicara tentang dakwah, menurut beliau dakwah yang paling sulit adalah dakwah kepada diri sendiri, karena melawan hawa nafsu sendiri memang sulit, akan tetapi jikalau tiap orang mempunyai mindset untuk mencari ridho Allah ‘Azza Wa Jalla dalam setiap aspek kehidupannyaseperti berfikir, makan, minum, sempai berjalan pun di niatkan untuk Allah semata maka hidup ini akan selalu terjaga dari kemaksiatan. Karena sesungguhnya tujuan utama di ciptakannya manusia dan jin hanya untuk beribadah kepada Allah semata.
Seperti firmanya :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
                “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS : Adz-dzariyat 56)

Tak sedikit yang sadar dari manusia bahwa RidhoNya lah yang di cari, dan mereka pun bersungguh-sungguh untuk mencari RidhoNya, namun pada kenyataanya niat yang awalnya lurus akan berbelok karena 3 hal, yaitu Harta, Tahta, dan si “Dia”.
Sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :


Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS : Al ‘Imron, 14)

Dengan adanya penjelasan dalam Al-Qur'an Al-karim di atas, alangkah baiknya jika kita jadikan 3 hal tersebut sebagai wasilah kita untuk menggapai RidhoNya, bukan malah kita jadikan 3 hal tersebut sebuah ujian dalam hidup, dan pada akhirnya selalu terbawa emosi dan frustasi didalam hati.
Salah satu contoh dari harta yang banyak membelokkan manusia dari jalannya. Banyak warga indonesia yang mendapat sumbangan dari Non-Muslim upaya tindakan kristenisasi, dan keajidan ini terjadi di suatu daerah di kota Sukabumi. Maka apakah islam akan diam saja? Kenapa tidak Menjadikan harta kita sebagai dakwah, menginfakkan sebagian harta kita kepada yang tidak mampu, agar tidak di dahului oleh penganut lain yang mau menambah pengikutnya. Mari kita berfikir bagaimana caranya Islam tetap kokoh, dan tetap dipegang erat oleh masyarakat Indonesia.
Dan tahta, tahta bukanlah apa-apa, tahta akan sirna dikala sang empunya sedah tak bernyawa, bahkan tahta bisa menjadi boomerang untuk kita karena di akhirat kelak akan di pertanyakan kedudukan kita. Akan tetapi jikalau tahta di gunakan dengan baik dan sesuai koridor islam justru tahtalah yang akan menyelamatkan kita di Hari Akhir nanti.
Ada seorang tentara di Sukabumi ditanya "pak, apa yang anda inginkan jika bapak naik menjadi jendral?", "Syukur Alhamdulillah, Saya mau mengajak anak buah saya mendirikan sholat berjamaah" tutur beliau. Alangkah indahnya jika hidup mencari berkah, dan selalu di jalan Allah ‘Azza wa Jalla.
Sekarang tentang si Dia, tak jarang para generasi muda terperosok karena cinta, padahal masa muda adalah masa produktif, yang mana pada masa itulah tenaga serta pikiran dalam keadaan memuncak justru malah tidak digunakan dengan semestinya. Bukanya sudah jelas? Tak ada cinta halal sebelum menikah. Banyak cerita, saling telpon-telponan, terus juga saling chatingan, menggunakan kata “uhibbuka fillah”, apakah itu yang dinamakan ta'aruf? Sungguh bukan. Orang yang sungguh-sungguh mencintai akan langsung mendatangi orangtuamu. Bukannya mengumbar kata-kata manis, seperti yang tertera dalam surat (Ar-rahman) "Nikmat Allah yang mana yang engkau dustakan?". Jika kau telah memutuskan hal yang terbaik untuk berhenti berkomunikasi dengan Dia, maka jangan pernah galau di hati, karna nikmat Allah bukan hanya laki-laki.

Dan sebenarnya, apasih hubungan dakwah dengan cinta???
Berdakwahlah dengan cinta, karena sifat cinta membuahkan sifat yang tulus yang tidak membutuhkan balasan, dan juga tidak mungkin merasakan risih. Suatu hari nanti, jika para muslimah telah berhasil, dan sukses,jangan pernah takut, apalagi gengsi untuk berdakwah di jalanNya dan terjun langsung kelapangan. kemudian jangan pernah menjadikan dakwah sebagai sumber kehidupanmu, karena dakwah itu semestinya harus ikhlas,namun coba jadikanlah dakwah itu sebagai seruan dan ajakan, karena kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan masuk surga terlebih dahulu.
Seorang ahlul jannah ketika melihat kawannya yang telah berbelok terlalu jauh dan terjerumus dalam neraka akan berkata kepada Malaikat "wahai malaikat, ia adalah sahabatku yang mengajariku kebaikan selama di dunia" maka malaikat meminta kepada Allah untuk membebaskan sahabatnya dari siksa neraka.
Dakwah bukanlah sekedar pengetahuan, budaya, dan simbol, yang terpenting dalam dakwah itu sendiri sebenarnya adalah bagaimana kita mengamalkannya dan ingin berubah menjadi yang lebih baik.
Ada asumsi, Perempuan yang pintar akan melahirkan anak yang pintar pula, sebab fakta membuktikan anak itu lebih mendominan kepada kecerdasan ibunya. Akhirul kalam, wahai para pemudi mari kita tingkatkan diri kita, mulai dari intelektual, spriritual maupun emosional, jaga mahkota kita, karena wanita yang terhormat ialah yang bisa menjaga mahkotanya. Dan juga mari perbanyak beribadah kepadaNya karena tidak ada jalan kembali selain jalanNya.

Cairo 19, November 2015


0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com