Muslimah dalam Ranah Dakwah
Muslimah dalam Ranah Dakwah
Oleh : Usth. Tsani Lizia, S.Hum
Penulis buku “Lentera Surga”
How are
you guys? You should answer and say... “I’am excellent, cheerful, awesome!”
Karena tanggapan yang baik akan selalu dapat respon yang baik dari Alam.
Ustadzah
lulusan Gontor ini menjelaskan bagaimana
seorang wanita berkecimpung dalam ranah dakwah, beliau juga seorang Da’iyah di
salah satu chanel TV di Indonesia, yaitu ANTV. Berbicara tentang dakwah,
menurut beliau dakwah yang paling sulit adalah dakwah kepada diri sendiri,
karena melawan hawa nafsu sendiri memang sulit, akan tetapi jikalau tiap orang
mempunyai mindset untuk mencari ridho Allah ‘Azza Wa Jalla dalam setiap aspek
kehidupannyaseperti berfikir, makan, minum, sempai berjalan pun di niatkan untuk
Allah semata maka hidup ini akan selalu terjaga dari kemaksiatan. Karena
sesungguhnya tujuan utama di ciptakannya manusia dan jin hanya untuk beribadah
kepada Allah semata.
Seperti firmanya :
وَمَا خَلَقْتُ
الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka menyembah-Ku” (QS : Adz-dzariyat 56)
Tak sedikit yang sadar dari manusia
bahwa RidhoNya lah yang di cari, dan mereka pun bersungguh-sungguh untuk
mencari RidhoNya, namun pada kenyataanya niat yang awalnya lurus akan berbelok
karena 3 hal, yaitu Harta, Tahta, dan si “Dia”.
Sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia
kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta
yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik (surga). (QS : Al ‘Imron, 14)
Dengan adanya penjelasan dalam
Al-Qur'an Al-karim di atas, alangkah baiknya jika kita jadikan 3 hal tersebut
sebagai wasilah kita untuk menggapai RidhoNya, bukan malah kita jadikan 3 hal
tersebut sebuah ujian dalam hidup, dan pada akhirnya selalu terbawa emosi dan
frustasi didalam hati.
Salah satu contoh dari harta yang
banyak membelokkan manusia dari jalannya. Banyak warga indonesia yang mendapat
sumbangan dari Non-Muslim upaya tindakan kristenisasi, dan keajidan ini terjadi
di suatu daerah di kota Sukabumi. Maka apakah islam akan diam saja? Kenapa
tidak Menjadikan harta kita sebagai dakwah, menginfakkan sebagian harta kita
kepada yang tidak mampu, agar tidak di dahului oleh penganut lain yang mau
menambah pengikutnya. Mari kita berfikir bagaimana caranya Islam tetap kokoh, dan
tetap dipegang erat oleh masyarakat Indonesia.
Dan tahta, tahta bukanlah apa-apa,
tahta akan sirna dikala sang empunya sedah tak bernyawa, bahkan tahta bisa
menjadi boomerang untuk kita karena di akhirat kelak akan di pertanyakan
kedudukan kita. Akan tetapi jikalau tahta di gunakan dengan baik dan sesuai
koridor islam justru tahtalah yang akan menyelamatkan kita di Hari Akhir nanti.
Ada seorang tentara di Sukabumi
ditanya "pak, apa yang anda inginkan jika bapak naik menjadi
jendral?", "Syukur Alhamdulillah, Saya mau mengajak anak buah saya
mendirikan sholat berjamaah" tutur beliau. Alangkah indahnya jika hidup
mencari berkah, dan selalu di jalan Allah ‘Azza wa Jalla.
Sekarang tentang si Dia, tak jarang
para generasi muda terperosok karena cinta, padahal masa muda adalah masa
produktif, yang mana pada masa itulah tenaga serta pikiran dalam keadaan
memuncak justru malah tidak digunakan dengan semestinya. Bukanya sudah jelas?
Tak ada cinta halal sebelum menikah. Banyak cerita, saling telpon-telponan,
terus juga saling chatingan, menggunakan kata “uhibbuka fillah”, apakah itu
yang dinamakan ta'aruf? Sungguh bukan. Orang yang sungguh-sungguh mencintai
akan langsung mendatangi orangtuamu. Bukannya mengumbar kata-kata manis, seperti
yang tertera dalam surat (Ar-rahman) "Nikmat Allah yang mana yang engkau
dustakan?". Jika kau telah memutuskan hal yang terbaik untuk berhenti
berkomunikasi dengan Dia, maka jangan pernah galau di hati, karna nikmat Allah
bukan hanya laki-laki.
Dan sebenarnya, apasih hubungan
dakwah dengan cinta???
Berdakwahlah dengan cinta, karena sifat cinta membuahkan sifat
yang tulus yang tidak membutuhkan balasan, dan juga tidak mungkin merasakan
risih. Suatu hari nanti, jika para muslimah telah berhasil, dan sukses,jangan
pernah takut, apalagi gengsi untuk berdakwah di jalanNya dan terjun langsung
kelapangan. kemudian jangan pernah menjadikan dakwah sebagai sumber
kehidupanmu, karena dakwah itu semestinya harus ikhlas,namun coba jadikanlah
dakwah itu sebagai seruan dan ajakan, karena kita tidak akan pernah tahu siapa
yang akan masuk surga terlebih dahulu.
Seorang ahlul jannah ketika melihat
kawannya yang telah berbelok terlalu jauh dan terjerumus dalam neraka akan
berkata kepada Malaikat "wahai malaikat, ia adalah sahabatku yang
mengajariku kebaikan selama di dunia" maka malaikat meminta kepada Allah
untuk membebaskan sahabatnya dari siksa neraka.
Dakwah bukanlah sekedar
pengetahuan, budaya, dan simbol, yang terpenting dalam dakwah itu sendiri
sebenarnya adalah bagaimana kita mengamalkannya dan ingin berubah menjadi yang
lebih baik.
Ada asumsi, Perempuan yang pintar
akan melahirkan anak yang pintar pula, sebab fakta membuktikan anak itu lebih
mendominan kepada kecerdasan ibunya. Akhirul kalam, wahai para pemudi mari kita
tingkatkan diri kita, mulai dari intelektual, spriritual maupun emosional, jaga
mahkota kita, karena wanita yang terhormat ialah yang bisa menjaga mahkotanya.
Dan juga mari perbanyak beribadah kepadaNya karena tidak ada jalan kembali
selain jalanNya.
Cairo 19, November 2015


0 komentar: