Ketika Ein-Nouza Jadi Panitia SPA


Pada Februari 2016, Ein-Nouza dapat amanah baru nih, yaitu menjadi panitia SPA (Seleksi Permusyawaratan Anggota). Agenda besar KPMJB ini merupakan acara rutin dimana para pengurus DP dan MPA mempertanggungjawabkan amanah yang sudah mereka emban selama setahun masa jabatan.

Dalam mempersiapkan rangkaian acara SPA ini, dipilihlah beberapa anggota Ein-Nouza untuk menjadi panitia. Mereka adalah:
Ketua
1. Mahmud Abdullah
2. Vivi Nofiyantika

Sekretaris:
1. Fathul Wadi
2. Aisyah Nur R

Bendahara:
1. Ahmad Haikal R
2. Maulida Ulfah

Divisi Acara:
1. Moch. Roda Rizky A
2. Salman Ghois
3. Ahmad Zakki M
4. Choirotin Nurlatifah
5. Nida Al Rahman
6. Nisaul Ulfah

Divisi Pubdok:
1. Azzam Al Kautsar
2. Rd Dzikri Alwi R
3. M Irfan Hielmi
4. Cici Purwati

Divisi Humas:
1. Rd A Nur Rai
2. Saptanadi Yudhistira
3. Avicena Muhib Z
4. Cecep Muhammad R

Divisi Dekorasi:
1. Zaenuddin Rusyandi
2. Azmi Abd Aziz
3. Ulfa Ruhama
4. Fauziah Farhan Y

Divisi Logistik:
1. Lembayung Purwoning J
2. M Hisyam Al Fatih
3. Mufarridun
4. Anwarul Huda

Divisi Konsumsi:
1. Salim Abd Aziz
2. Abdurrahman Al Anshory
3.Hilmy Yahya
4. Qurrotul Aini
5. Siti Rahmawati

Mohon doa dan dukungannya, supaya rangkaian agenda yang teman-teman panitia jalankan bisa berjalan lancar dan memberikan hasil yang terbaik untuk KPMJB di masa mendatang.

SPA KPMJB 2016: "Titik Balik Menuju KPMJB yang Lebih Baik"


Logo SPA 2016


Div. Dekorasi dan Logistik sedang berunding
Diskusi serius para formatur

Div. Konsumsi dan para teteh dari MPA

0 komentar:

Jaga Sikap Saat Membaca Buku

14.13 0 Comments


Apaan nih, jaga sikap? Iyah, jaga sikap, kata lainnya sopan santun. Jadi jaga sikap tuh juga buat buku, gak cuma buat caper ke calon mertua aja #eh. Maksudnya di sini, ketika membaca buku, kita perlu memperhatikan beberapa hal supaya buku kita awet dan gak gampang rusak.

Sebenarnya, dalam kitab-kitab semacam Ta'lim Muta'allim dijelaskan secara rinci tentang bagaimana seharusnya seorang pelajar memperlakukan sebuah kitab. Tapi kitab tersebut membahasnya dari segi kemuliaan isi sebuah kitab. Sedangkan di sini kita akan membahas cara memperlakukan sebuah buku dari segi fisiknya secara umum. Apapun bukunya, perlakukan mereka sebagai harta pusaka, karena catatan peradaban ada di dalamnya.

Masalahnya, buku adalah salah satu benda paling rapuh di dunia setelah hati. #Lah.. Banyak banget hal-hal kecil yang mungkin kamu anggap remeh padahal berdampak mempercepat kerusakan buku. Langsung aja, apa aja sih, yang harus kita hindari saat membaca?

1. Pastikan jari-jari dan tangan kamu kering dan bersih saat hendak membaca buku. Elapin  dulu ke baju, boleh. Baju bisa dicuci, tapi buku, tidak. Hindari membolak-balik halaman buku dengan jari yang dibasahi air ludah. Hei, itu mau baca buku apa nutup lubang angin di ban?

2. Hindari mencoret-coret buku sembarangan, apalagi digambarin wajah gebetan #wett. Kalau sekadar syarah ustadz sih nggak apa-apa. Apalagi tanda tangan penulisnya. Semakin berkesan jadinya. Tapi catatan penting yang lumayan panjang mending pakai sticky note aja. Biar bukumu gak terlihat kotor dan berantakan. Pusing mbacanya lagi entar, ujung-ujungnya malah jadi males baca lagi. #yahh..
 
3. Berilah identitas kalau buku itu milikmu. Kalau perlu, bikinlah stiker nama atau cap pribadi untuk memberi nama pada bukumu. Ya paling enggak, tulis namamu pakai pulpen. Jangan cuma pensil. Sayang banget kan, kalau bukumu lagi ketinggalan di suatu tempat, terus ditemukan temanmu, tapi gak balik ke kamu karena dia gak tahu itu punya siapa.
 
4. Sementara untuk menandai halaman penting, gunakan sticky tape atau pembatas buku. Jangan ditekuk apalagi dilipat. Sakit tau. Banyak ide pembatas buku keren yang bisa kita buat sendiri, kalau mau cari di internet.
 
5. Jangan baca buku dengan menggulung salah satu sisinya ke belakang. Biasanya buku yang gak terlalu tebal jadi korban beginian. Waduh, akibatnya buku jadi melengkung sebelah kalau kaya gitu. Juga hindari meletakkan buku yang masih terbuka menghadap bawah. Niatnya sih mau dibaca lagi, biar gak lupa sampe halaman berapa. Lah, tapi jilidan bukunya jangan dikorbankan dong. Bisa cepat lepas nanti.  Mending kasih pembatas buku, terus tutup. Atau enggak dihapalin aja nomor halaman terakhir yang kamu baca. Itung-itung mengasah otak.

6. Selalu ingat, buku itu untuk di  baca. Bukan untuk lap tanganmu yang kotor. Bukan untuk jadi bantal, apalagi pengganjal pintu. Sebaik apapun kamu menjaga sikap kamu di hadapan dia *buku maksudnya*, sama aja kalau kamu gak merawat buku kamu, atau membiarkannya keropos gara-gara rayap. Simak juga tips merawat buku supaya buku kamu tambah awet dan bisa jadi temanmu seumur hidup #cie.

Udah sih, itu aja. Kalian ada yang punya usul tambahan buat menjaga buku? Silahkan isi di komentar ya... 
Simak juga :

0 komentar:

Pahlawan yang Sia-sia




Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua belah pihak berjuang dengan sengit untuk mengalahkan antara satu sama lain. Hingga tiba saatnya pertempuran itu diberhentikan untuk istirahat dan kedua pihak pulang ke markas masing-masing.
Di sana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di benak mereka. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yang bernama Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar memburu mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.
Mendengar perkataan itu, Rasulullah SAW pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."
Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah SAW itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam dapat masuk ke dalam neraka. Mereka berpandangan satu sama lain.

Rasulullah sadar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Saat Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, dengan mata pedang dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

"Dia melakukan perbuatan itu adalah karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan karena melawan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, orang-orang menyangka dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."

Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau bukan karena itu, aku tidak akan berperang."

Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

sumber : Kitab Tanbihul Ghafilin
pernah dimuat di Majalah Sabili No 23 / 4 Juni 2009
 ----

Luar biasa akibat daripada niat itu. Melenceng sedikit saja dapat mengubah nasib seseorang di akhirat. Sungguh sia-sia perjuangannya berperang dengan susah payah. Pedihnya luka yang ia dapatkan di jalan Allah justru menjadi awal kepedihan siksa yang akan ia dapatkan selama-lamanya.

Saya pribadi terlalu faqir untuk dapat meneliti keshahihan riwayat tersebut. Allahu A'laa wa A'lam. Namun  jika memang benar, maka kisah di atas pastinya menjadi tamparan keras bagi mereka yang menganggap jihad dapat dilakukan dengan bom bunuh diri adalah bagian dari jihad. 

Jika Qotzman dalam kisah di atas yang membunuh hanya orang musyrik terancam masuk neraka, bagaimana dengan para pelaku bom "jihad" itu, yang aksi mereka kadang memakan korban sesama Muslim dan orang-orang tak bersalah? Padahal Qotzman melakukannya dalam medan perang,dan tidak merugikan siapapun kecuali dirinya. Lantas, bagaimana bisa para pelaku itu mengharapkan janji surga beserta bidadarinya?

Wallahu A'lam bi as-Shawaab

Red: CN 

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com