Sambut Tahun Baru Hijriyah 1437 H dengan Daurah Ilmiyah

Rabu 14 Oktober 2015. Ratusan masisir berkumpul di Masjid Zahra' yang bertempat di Markaz Lughah Hay Sadis. Mereka dengan khusyuk mendengarkan nasihat-petuah-motivasi dari para Syaikh Al-Azhar di "Daurah Ilmiyah Menyambut Tahun Baru" dengan penuh khidmat. Agenda tersebut diprakarsai oleh Persatuan Pelajar dan Masyarakat Indonesia (PPMI) Mesir bekerjasama dengan Wihdah, KBRI, PCNU Mesir serta 16 kekeluargaan, Adapun para Syaikh yang menjadi pemateri acara tersebut adalah: Syaikh Muhammad Ibrahim Abdul Ba'its al-Kattani; Syaikh 'Alaa Mushtafa Naimah; dan Syaikh Hisyam Kamil.

"Betapa bahagia saya dapat berada di pertemuan ini, karena saya bisa berkumpul dengan para mahasiswa Indonesia dan juga Malaysia, yang mana telah berhijrah menuju Allah dalam rangka menuntut ilmu." sanjung Syaikh Muhammad Ibrahim Abdul Ba'its al-Kattani pada pembukaan khutbah beliau. Beliau membahas tentang cinta kepada Rasul, bahwa pecinta sejati tidak perlu menyebut-nyebut kalau dia mencintai kekasihnya, cukup buktikan dengan mengikutinya. Sebagaimana tersebut dalam QS. Al-Imran:31

قل إِن تحبوا الله فاتبعونى يحببكم الله و يغفر لكم ذنوبكم

Selanjutnya beliau berpesan agar berhati-hati dalam memilih sahabat. "Bersahabatlah dengan orang yang apabila kamu memandangnya kamu teringat kepada Allah".

Adapun Syaikh 'Alaa Mushtafa Naimah, beliau tidak menyampaikan apapun selain ungkapan kecintaan dan kerinduan beliau kepada Nabi terakhir Muhammad SAW. Kata-kata beliau yang begitu menyentuh membuat beberapa hadirin menitikkan air mata.

"Kami tidak memiliki apa-apa ya Rasul,
namun kami mendatangi mu,
menghadiri majelis mu.
Kami bukanlah orang-orang yang pantas dilihat oleh engkau,
namun kami ingin agar kami berada di hatimu.."

Setelah shalat Maghrib, acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Syaikh Hisyam Kamil. Beliau dalam khutbahnya menekankan pentingnya memanfaatkan waktu. Seperti dalam kisah sahabat Abu Bakar yang dapat melakukan banyak kebaikan dalam perjalanannya menuju masjid ketika Rasul bertanya kepada para sahabatnya usai shalat Shubuh.

Beliau juga memberikan tips mudah bagaimana selama studi S1 dapat menghafal Alquran sekaligus hadits Shahih Bukhari, yaitu menyediakan waktu selama 1 jam saja setiap hari. Setengah jam pertama untuk menghafal Al-Qur'an 3 ayat, dan setengah jam sisanya untuk menghafal satu hadits Bukhari. Dengan syarat dilakukan secara istiqomah.

Berbeda dengan pendahulunya, beliau dalam tausiyahnya menyelipkan banyak gurauan ringan yang membuat hadirin tertawa. Salah satunya, "Jika anda berada di Mesir untuk menuntut ilmu, maka dekatilah Allah, Rasulullah, dan para syaikh. Jangan dekati akhwat Indonesia!"

Acara yang berakhir pada Isya tersebut ditutup oleh senandung shalawat dari tim Hadrah, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, dan tentunya pembagian jatah konsumsi bagi seluruh hadirin.

red: CN-Latifah



 

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com